Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Hampirilah Aku

Wahai pengembara, jika dalam perjalananmu kau temukan jalan penuh kabut tebal yang membutakan mata, duri-duri yang mengoyak kulit dan kesunyian yang membuat tuli, itu adalah jalan menujuku. Janganlah berbalik, aku penuh kerinduan untuk dikenali. Aku adalah ruang kosong tanpa kehangatan, di mana cahaya enggan muncul kecuali dalam absenku. Aku adalah rumah yang merindukan penghuni, di mana makhluk enggan singgah, kecuali dalam tersesat. Singgahlah, aku sarat akan sunyi. Nyalakanlah obormu. Buatlah perapianmu dan bunuhlah kegelapanku. Berbaringlah sejenak. Berceritalah tentang pengembaraanmu dan bunuhlah kesunyianku. Ingin kudengar keluh kesahmu, juga kutukanmu pada jalan yang penuh duri dan kabut. Wahai pengembara, hiraukanlah bangunan-bangunan megah nan penuh gemerlap di sebrang jalan. Hampirilah aku, yang dikutuk tajamnya kerinduan dan dinginnya kesunyian.

Neraka Dalam Cermin

Malam dan kesunyiannya adalah tentramku Tanpa janji dan kata-kata ia sanggup membuai Ia selalu hadir menenangkan Meredam apa-apa yang hampir menjadi isak kepedihan Namun terkadang malam datang tak bersama sunyi Seperti masa ini, ia menghadirkan sosok lain Sosok yang menghalangi bayanganku dalam cermin Ia adalah nerakaku, yang selalu memadamkan renjanaku