Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2021

Anak-anak Kentang

Tembang tandur didendangkan dengan sumbang.  Menggantung di udara lalu melesat cepat seperti air gula yang mengalir lewat tali pusar dalam rahim ibu.  Lalu ada setitik mungil yang berbisik ingin menjadi besar. Pelan-pelan ia mendesak, lalu meledak dan menyeruak. Tubuhnya bertumbuh seperti punya ruh. Kelahirannya tak pernah jadi satu-satunya. Berbondong-bondong dan ramai sekali yang membersamai sampai lelah ibunya mengejan tanpa henti. Peluhnya deras seperti jeram.  Satu, sepuluh, seratus, seribu, sejuta kemudian lahir diiringi erangan yang mebuat ayahnya menutup telinga. Terus dan terus dan terus dan terus dan terus sampai nanti jeram ibunya surut, kering, lalu ia mati.