Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

A Flash Fiction: Ingatan

Jam digital di atas pintu gerbong menunjukkan angka 00.20. Sudah lebih dari setengah perjalanan dari Bandung menuju Jogja. Kamu tahu?  Tentu tidak . Hari ini aku melakukan kecerobohan, aku berangkat ke stasiun dan menemukan bahwa tiket yang kupesan adalah tiket keberangkatan esok. Tapi aku terlalu rindu naik kereta untuk menunggu sampai esok. Jadi aku membeli tiket lagi. Kamu tahu?  Tentu tidak . Di dalam gerbong kereta malam ini, aku kedinginan. Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini aku sering merasa kedinginan. Lalu di atas kursi di samping jendela ini, aku berkali-kali mencari-cari posisi. Aku pikir aku resah. Tidak seperti biasanya, kali ini aku cemas dalam suatu perjalanan.  Kamu tahu?  Tentu tidak . Sepanjang perjalanan, aku teringat percakapan kita mengenai kereta. Aku ingat kita sepakat bahwa berada di dalam gerbong kereta yang merayap di darat lebih menyenangkan dari pada berada di dalam badan pesawat yang terbang di udara.  ...

Putri dalam Cermin

If one can be fail in loving, then I have failed many people.. But I am not making the list goes longer.. I am going to shorten it instead. And the first name to be removed from the list...  ...is my name.

Can You Feel the Love Tonight?

Rindu dan Luka kembali menerjang pintu dan memaksa masuk. Malam ini aku tak berusaha mengusir wlaupun mereka mendekapku lebih kencang dari biasanya. Kubalas erat dekapan mereka. Malam ini aku mempersilakan mereka masuk dengan  santun tanpa amarah. Kutarik daun pintu, hendak menutupnya agar kami dapat segera bergumul hingga fajar. Namun, tiba-tiba kulit tanganku diselimuti hangat. Aku berbalik dan menemukan tanganku dalam genggaman. Ia berdiri di sana menatapku lembut.  Ia di sini. Ibu kami. Hatiku bergetar dan kerongkonganku tersekat. Ia sungguh di sini, memenuhi undangan tanpa alamat yang tak pernah berhenti kulayangkan dalam keputusasaan. Kukecup punggung tangan Sang Ibu. Hangat tubuhnya menguap, menyelinap masuk dan melehkan air mataku. 

A Short Story: Feel

“Terima kasih ya sudah mendengarkanku. It means a lot you know,” ia memadamkan bara di batang tembakaunya. Asap dari puntung itu menari-nari melebur dalam kepulan asap dari sisa-sisa sembilan puntung lainnya yang telah lebih dulu baranya dipadamkan. Untuk pertama kalinya, ruangan ini disesaki asap tembakau. “Hey, it’s nothing. I am just listening. Percayalah, aku tahu rasanya. Aku sekali pun yang sudah melewatinya tak punya solusinya,” ujarku. Ia tersenyum seraya menjatuhkan tubuhnya ke sofa. “Ya, karena anggapanku bahwa kau pernah mengalami inilah yang menbuatku merasa bisa menceritakan perasaanku ini padamu. Lalu bagaimana kau melewati semua ini dengan begitu tenang? Kau tampak berhasil menikmatinya selama bertahun-tahun itu. Hampir seumur hidupmu bahkan. Sedangkan aku merasa tak sanggup melewati satu hari pun,” ucapnya sambil merogoh sakunya dan mengeluarkan satu batang tembakau lagi. Diselipkan tembakaunya di antara bibirnya yang gelap. “Aku tidak tahu. Rasanya aku hanya mem...

A Short Story: How are you?

“Uh, hello, Cal?” I jolt in recognition hearing the voice and almost drop my phone as I stare into the screen in disbelieve. Did I just misread? The letter form the name I’ve been trying to get out of my mind all this time! “Cal, are you there? Hello? You hear me?” I am trying to wake up. I kick my blanket stand in front of the mirror, checking myself out and make sure it really is me. Am I dreaming? The frequency I’ve been longing to hear has just vibrate to my ears! “Cal, are you still upset? It’s been 2 years. You know how sorry I am,” My hand is shaking and I open my jaw but no word come out. My brain freezes. “Cal, if you don’t want to talk to me...” Despite the huskiness, I found the voice even more assuring than the sound of tiny bells ringing in the wind. “...I’ll just hang. I understand, it’s fine,” to hear the sentence, suddenly my lungs quicken. I gasp for air, forcing a word to come out of my mouth. “Don’t, uh, no,” I almost yell in panic. Then I hear nothing but silen...

A Short Story: You Just Made a Mistake

“I told you I am so messed up. My mind, my heart, I’ve never been sure about them,” I continued. He looked me in the eye. “You did tell me. But I never agree until I witnessed it by myself. You’re so naive in a way but too mistrustful in other way,” His gaze was now full of pity. I look away. “How could you have too much of everything inside you? I can’t even imagine,” he continued. I throw my head back laughing hard that I burst into tears, “Please don’t. Not that look. You know, you just filled me with that satisfaction,” I wiped my tears. “Still I am unable to make sense of that enjoyment you get when you left me with annoying thoughts about you,” he stroke my hair and I pull back. “I am sorry.. I.. I was just.. It’s a...” He leaned forward and kiss my forehead. At one moment I thought I’ll feel nothing. Instead, I feel my bone liquefy and pool in my shoe. There was this surprising feeling of endearment. But then my lungs quicken and my chest gets painful as I heard him whispers, “T...