Kau menari di pertunjukan yang hanya tayang satu kali dalam lamunanmu. Matamu memandangi hal-hal yang terburu-buru berlarian ke belakang dari jendela kereta. Engkau pikir dan berharap, kau masih membayangkan hayat sebatang, dua batang, atau jutaan batang pohon. Adakah sekali kau membayangkan kau dan engkau menjadi salah satunya? Ke arah mana akan kau tumbuhkan dahan-pertama, kedua dan ketigamu? Seberapa rimbun engkau munculkan daun-daunmu nantinya? Lalu kapan kau akan melepaskan mereka? Akankah satu persatu dan perlahan seperti langkah adik bayi yang lahir petang itu? Ataukah seluruhnya sekali waktu seperti ombak dahsyat sore hari yang meluruhkan semua yang membatasi, menghalangi dan menahan?