Bukan ketidakmampuanku untuk menyisihkan uang saku yang ingin aku keluhkan
Bukan pula ketidakmampuanku mengingat nama seorang kenalan
Apalagi kebingunganku pada daftar menu makanan restoran
Atau merk pewangi
Bukan, bukan sama sekali.
Aku tak pandai menyulut api dan menyalakan lilin
Mereka terbahak-bahak menertawai si bodoh ini
Yang tak mau berhenti berusaha memantik
Walau harus menjerit-jerit perih
Ya, aku hampir membakar habis diriku
Ketidakmampuanku mengusir mereka yang kembalilah yang ingin aku keluhkan
Pula ketidakmampuanku untuk menjaga api dari tangan mereka
Mereka mengelilingi tubuhku yang meringkuk memeluk lilin
Tanpa ampun meniupinya, mengabaikan luka-luka bakarku
Ingin aku menjeritkan namamu
Agar kau datang dan membantuku melindungi api ini
Namun lidahku kembali kelu
Ia yang sempat fasih kini mati rasa
Setelah terakhir kali mengecap keraguan
Bukan pula ketidakmampuanku mengingat nama seorang kenalan
Apalagi kebingunganku pada daftar menu makanan restoran
Atau merk pewangi
Bukan, bukan sama sekali.
Aku tak pandai menyulut api dan menyalakan lilin
Mereka terbahak-bahak menertawai si bodoh ini
Yang tak mau berhenti berusaha memantik
Walau harus menjerit-jerit perih
Ya, aku hampir membakar habis diriku
Ketidakmampuanku mengusir mereka yang kembalilah yang ingin aku keluhkan
Pula ketidakmampuanku untuk menjaga api dari tangan mereka
Mereka mengelilingi tubuhku yang meringkuk memeluk lilin
Tanpa ampun meniupinya, mengabaikan luka-luka bakarku
Ingin aku menjeritkan namamu
Agar kau datang dan membantuku melindungi api ini
Namun lidahku kembali kelu
Ia yang sempat fasih kini mati rasa
Setelah terakhir kali mengecap keraguan
Comments
Post a Comment