Skip to main content

Lagi, lagi, lagi dan hingga nanti tak ada lagi

Lagi,
Aku kehilangan kepercayaan pada apa pun.
Pada kata-kata, pada manusia, pada semesta, bahkan pada diriku sendiri.

Lagi,
Aku dirundung kekecewaan pada segala hal
Pada keadaan, pada mereka yang kupercayakan, pada cara semesta membentukku, dan yang terdalam pada diriku sendiri yang begitu lemah.

-

Kembali,
aku sendiri, kehilangan arah dan pijakan.
Kehilangan tempat bersandar dan berpulang.

Kembali,
semuanya terasa asing dan kosong seperti semula.
Aku mencari kemana sang tenang dibawa dan bertanya-tanya dengan ribut.

-

Lalu aku bungkam.
Menyaksikan mereka menutup telinga mendengar kegaduhanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.

Lalu aku terkulai.
Mendengar kutukan-kutukan atas ketidakmampuanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.

-

Berkali-kali,
Aku hampir terbunuh kekecewaan
Aku hampir terbelenggu kesendirian
Aku hampir terpatahkan keraguan
Aku hampir terkikis habis digerogoti ganasnya kebohongan

-

Lagi,
aku teringat bangkit.
aku tersadar untuk lepas
aku terseru mengangkat senjataku

Lagi,
Aku ingat untuk terus kuat, apapun yang merundungku
Untuk mereka yang mempercayakan hatinya padaku
Untuk mereka yang mengenalku sebagai sosok yang kuat

-

Selalu,
Aku akan memperjuangkan peranku hingga akhir
Peran besar yang kupilih sendiri untuk kumainkan di panggung alam semesta ini
Aku percaya akan terus dan terus kembali berdiri seberapa pun dalam lubang yang menyandungku

-

Di setiap lagi aku terus tumbuh
Di setiap lagi aku semakin terbentuk
Di setiap lagi aku menjadi baru dan lebih kuat


Lagi, lagi, lagi dan hingga nanti tak ada lagi.

Comments

Popular posts from this blog

A Flash Fiction: Ingatan

Jam digital di atas pintu gerbong menunjukkan angka 00.20. Sudah lebih dari setengah perjalanan dari Bandung menuju Jogja. Kamu tahu?  Tentu tidak . Hari ini aku melakukan kecerobohan, aku berangkat ke stasiun dan menemukan bahwa tiket yang kupesan adalah tiket keberangkatan esok. Tapi aku terlalu rindu naik kereta untuk menunggu sampai esok. Jadi aku membeli tiket lagi. Kamu tahu?  Tentu tidak . Di dalam gerbong kereta malam ini, aku kedinginan. Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini aku sering merasa kedinginan. Lalu di atas kursi di samping jendela ini, aku berkali-kali mencari-cari posisi. Aku pikir aku resah. Tidak seperti biasanya, kali ini aku cemas dalam suatu perjalanan.  Kamu tahu?  Tentu tidak . Sepanjang perjalanan, aku teringat percakapan kita mengenai kereta. Aku ingat kita sepakat bahwa berada di dalam gerbong kereta yang merayap di darat lebih menyenangkan dari pada berada di dalam badan pesawat yang terbang di udara.  ...

A Flash Fiction: Lifeform

With trembling hands, she put the thing on my palm. She look away, obstruct the worries and fears that I could have seen in her eyes. I look down to discover two red lines on the test pack she gave me. "This is..." I look at it over and over again in disbelief "Terrifying," she says in a croaky voice. With no invitation, the cold wind comes in, smothers me. And I am stuck in the avalanche.

The Playground We Built

With our little feet and tiny hands we play around.  Oh, how fluent we are in calling each other's name while hiding from and seeking each other.  How silly it is when we shout random words in our own language to strangers on the road. I hear only your laugh and you hear only mine. I feel like a little giant throwing punches to the pillow that you hold and at some point we would smash pillow to each other's faces. Giggling till the butterflies in our stomach flies in all direction, filling the air in the room. You snatch my food and I snatch yours in a restaurant we just visit. We roast the odd-looking banner showing menu names and low quality images. Unappetizing. Somewhere so far away, I wish I met you when we were little. So the time will be ours to play around all day, everyday. I wish we never have to grow up so we can go to waterfalls whenever we feel like splashing water to each other's back. We can dip our head-to-toe in the saltwater, letting it run in our vein. Yo...