Lagi,
Aku kehilangan kepercayaan pada apa pun.
Pada kata-kata, pada manusia, pada semesta, bahkan pada diriku sendiri.
Lagi,
Aku dirundung kekecewaan pada segala hal
Pada keadaan, pada mereka yang kupercayakan, pada cara semesta membentukku, dan yang terdalam pada diriku sendiri yang begitu lemah.
-
Kembali,
aku sendiri, kehilangan arah dan pijakan.
Kehilangan tempat bersandar dan berpulang.
Kembali,
semuanya terasa asing dan kosong seperti semula.
Aku mencari kemana sang tenang dibawa dan bertanya-tanya dengan ribut.
-
Lalu aku bungkam.
Menyaksikan mereka menutup telinga mendengar kegaduhanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.
Lalu aku terkulai.
Mendengar kutukan-kutukan atas ketidakmampuanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.
-
Berkali-kali,
Aku hampir terbunuh kekecewaan
Aku hampir terbelenggu kesendirian
Aku hampir terpatahkan keraguan
Aku hampir terkikis habis digerogoti ganasnya kebohongan
-
Lagi,
aku teringat bangkit.
aku tersadar untuk lepas
aku terseru mengangkat senjataku
Lagi,
Aku ingat untuk terus kuat, apapun yang merundungku
Untuk mereka yang mempercayakan hatinya padaku
Untuk mereka yang mengenalku sebagai sosok yang kuat
-
Selalu,
Aku akan memperjuangkan peranku hingga akhir
Peran besar yang kupilih sendiri untuk kumainkan di panggung alam semesta ini
Aku percaya akan terus dan terus kembali berdiri seberapa pun dalam lubang yang menyandungku
-
Di setiap lagi aku terus tumbuh
Di setiap lagi aku semakin terbentuk
Di setiap lagi aku menjadi baru dan lebih kuat
Lagi, lagi, lagi dan hingga nanti tak ada lagi.
Aku kehilangan kepercayaan pada apa pun.
Pada kata-kata, pada manusia, pada semesta, bahkan pada diriku sendiri.
Lagi,
Aku dirundung kekecewaan pada segala hal
Pada keadaan, pada mereka yang kupercayakan, pada cara semesta membentukku, dan yang terdalam pada diriku sendiri yang begitu lemah.
-
Kembali,
aku sendiri, kehilangan arah dan pijakan.
Kehilangan tempat bersandar dan berpulang.
Kembali,
semuanya terasa asing dan kosong seperti semula.
Aku mencari kemana sang tenang dibawa dan bertanya-tanya dengan ribut.
-
Lalu aku bungkam.
Menyaksikan mereka menutup telinga mendengar kegaduhanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.
Lalu aku terkulai.
Mendengar kutukan-kutukan atas ketidakmampuanku.
Tak ada tenang yang kutemukan.
Tak ada jawaban yang kudapatkan.
-
Berkali-kali,
Aku hampir terbunuh kekecewaan
Aku hampir terbelenggu kesendirian
Aku hampir terpatahkan keraguan
Aku hampir terkikis habis digerogoti ganasnya kebohongan
-
Lagi,
aku teringat bangkit.
aku tersadar untuk lepas
aku terseru mengangkat senjataku
Lagi,
Aku ingat untuk terus kuat, apapun yang merundungku
Untuk mereka yang mempercayakan hatinya padaku
Untuk mereka yang mengenalku sebagai sosok yang kuat
-
Selalu,
Aku akan memperjuangkan peranku hingga akhir
Peran besar yang kupilih sendiri untuk kumainkan di panggung alam semesta ini
Aku percaya akan terus dan terus kembali berdiri seberapa pun dalam lubang yang menyandungku
-
Di setiap lagi aku terus tumbuh
Di setiap lagi aku semakin terbentuk
Di setiap lagi aku menjadi baru dan lebih kuat
Lagi, lagi, lagi dan hingga nanti tak ada lagi.
Comments
Post a Comment