Semangkuk capcay
Di hadapanku tersaji mangkuk kosong dengan sendok yang tertangkup.
Beberapa menit yang lalu, mangkuk ini terisi penuh capcay rebus panas yang menguap-uap.
Beberapa tahun yang lalu, tidak akan pernah kamu temui mangkuk ini ada di hadapanku.
Aku tidak akan pernah memesan semangkuk capcay.
Kalau pun ada seseorang yang bersusah payah membuatku menyantap sayuran dan memesankan semangkuk capcay, aku tak akan menghabiskan bahkan sepertiganya.
Lalu ia yang akan bertanggung jawab mengosongkan mangkukku. Sambil sedikit mengomel sih.
Sepiring gado-gado
Sejak lima hari yang lalu, aku hanya ingin menyantap gado-gado setiap harinya.
Dulu, bahkan sekali dalam sembilan belas tahun pun tak pernah aku berhasrat untuk menyantap gado-gado. Aku bahkan tak bisa membedakan gado-gado, lotek, ketoprak, karedok atau kupat tahu.
Menurutku mereka semua sama, makanan yang aneh. Begitu pun orang-orang yang menyukainya.
Pernah beberapa kali akhirnya aku terpaksa memesan itu.
Dengan mengabaikan tatapan aneh sang penjual aku berpesan,
"gado-gadonya satu tanpa sayuran ya, bu."
Di hadapanku tersaji mangkuk kosong dengan sendok yang tertangkup.
Beberapa menit yang lalu, mangkuk ini terisi penuh capcay rebus panas yang menguap-uap.
Beberapa tahun yang lalu, tidak akan pernah kamu temui mangkuk ini ada di hadapanku.
Aku tidak akan pernah memesan semangkuk capcay.
Kalau pun ada seseorang yang bersusah payah membuatku menyantap sayuran dan memesankan semangkuk capcay, aku tak akan menghabiskan bahkan sepertiganya.
Lalu ia yang akan bertanggung jawab mengosongkan mangkukku. Sambil sedikit mengomel sih.
Sepiring gado-gado
Sejak lima hari yang lalu, aku hanya ingin menyantap gado-gado setiap harinya.
Dulu, bahkan sekali dalam sembilan belas tahun pun tak pernah aku berhasrat untuk menyantap gado-gado. Aku bahkan tak bisa membedakan gado-gado, lotek, ketoprak, karedok atau kupat tahu.
Menurutku mereka semua sama, makanan yang aneh. Begitu pun orang-orang yang menyukainya.
Pernah beberapa kali akhirnya aku terpaksa memesan itu.
Dengan mengabaikan tatapan aneh sang penjual aku berpesan,
"gado-gadonya satu tanpa sayuran ya, bu."
Comments
Post a Comment