Apakah pernah sekali pun muncul dalam pikiranmu bunga mawar yang tumbuh liar di dalam hutan? Atau mungkin bunga-bunga mawar malang yang batangnya ditebas, durinya terpangkas? Beberapa kali kamu dengan tak acuh melewati mereka lho. Iya, mereka yang kau lihat berjejal-jejal dalam ember plastik dan dijual di tepi jalan. Pasti mereka masuk pikiranmu secara tak sengaja kan? Esok kalau kau lewati jalan itu lagi, jangan terlalu iba melihat kelopaknya yang mulai layu. Tapi tolong berhenti sebentar dan hibur mereka. Kita tidak mungkin tahu, tapi siapa tahu mereka muak terus-menerus diucapkan dalam metafora-metafora kita yang kosong dan tak bermakna.
Jam digital di atas pintu gerbong menunjukkan angka 00.20. Sudah lebih dari setengah perjalanan dari Bandung menuju Jogja. Kamu tahu? Tentu tidak . Hari ini aku melakukan kecerobohan, aku berangkat ke stasiun dan menemukan bahwa tiket yang kupesan adalah tiket keberangkatan esok. Tapi aku terlalu rindu naik kereta untuk menunggu sampai esok. Jadi aku membeli tiket lagi. Kamu tahu? Tentu tidak . Di dalam gerbong kereta malam ini, aku kedinginan. Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini aku sering merasa kedinginan. Lalu di atas kursi di samping jendela ini, aku berkali-kali mencari-cari posisi. Aku pikir aku resah. Tidak seperti biasanya, kali ini aku cemas dalam suatu perjalanan. Kamu tahu? Tentu tidak . Sepanjang perjalanan, aku teringat percakapan kita mengenai kereta. Aku ingat kita sepakat bahwa berada di dalam gerbong kereta yang merayap di darat lebih menyenangkan dari pada berada di dalam badan pesawat yang terbang di udara. ...
Comments
Post a Comment