Aku bilang padamu aku mau kejadianku menguap dari mana-mana.
Dari rahim ibu, dari ingatan kawan, juga dari pikiran & jiwanya.
Kamu bilang tidak bisa sekarang juga.
Lalu kuminta yang lebih mudah, agar kau hapus namaku satu persatu hurufnya dari mana-mana.
Dari sampul-sampul buku pelajaran sekolah, dari kitab suci halaman ke-921, dari ketas terlipat berisi puisi panjang pemberian mantan kekasih, dari atas gelas plastik berisi kopi dingin yang tak kau minum, dari surat izin mengemudi yang malas kuperpanjang, dan juga dari sertifikat kelahiran yang ibu simpan dengan baik di brankas rumah.
Kamu diam, tapi mereka dengar tanpa sopan tanpa permisi menempelkan telinganya di jendela.
Mereka berbisik pada satu sama lain, semua ini bukan tentangku & bisaku cuma meminta meminta dan meminta saja.
Kubuka jendelanya, kumaki dihadapannya dan kuteriakkan bahwa bisamu membuat marah saja.
Comments
Post a Comment